Sunset Industry

Sunset adalah momen yang dicari saat kita bepergian ke-pantai atau daerah dengan pemandangan yang indah, luas, dan menarik secara fotogenik. Ada momen yang sangat ditunggu oleh Fotografer baik amatiran maupun profesional, yaitu saat Golden Moment saat langit berwarna jingga warna-warni kekuningan sangat indah sekali, dengan bayangan objek terkena matahari memanjang di tanah menjadikan waktu yang tepat sekali untuk diabadikan. Saat belajar fotografi, golden moment adalah waktu yang ditunggu-tunggu dengan sabar, karena waktunya sangat pendek sekali dan tidak setiap hari didapatkan.

Photo by Sebastian Voortman on Pexels.com

Waktu yang indah, berkebalikan dengan arti pada Sunset Industry, dimana arti harafiah Sunset Industry adalah saat di mana perusahaan mengalami pertumbuhan di bawah rata-rata. Terjadi berulang, dan mengalami kemunduruan yang bertahap serta mengalami kesulitan untuk sekadar menaikkan pertumbuhannya. Hal ini terjadi karena perubahan jaman, perkembangan teknologi, dan keinginan pasar yang bertahap berubah mengikuti siklus jaman.

Industri-industri yang mengalami Sunset Industry, harus berjuang untuk berinovasi menemukan kembali ritme baru dalam meningkatkan pertumbuhannya. Perusahaan yang telah terlanjur terseret pusaran Sunset Industri, tentunya harus mempunya energi lepas yang lebih besar dari energi yang menyeretnya. Kita dapat berkaca dari Industri Jam Mekanik Swiss yang terkenal dengan keindahannya, keuletan, kesabaran, ketelitian, keteguhan dalam visi misi ilmu Jam yang luar biasa.

Photo by Mat Brown on Pexels.com

Industri jam Swiss adalah contoh luar biasa bagus untuk mengatasi cap Sunset Industri. Bisa Anda bayangkan perkembangan teknologi Jam sebenarnya konsep dasarnya tidak banyak berubah sejak dari jam mekanik ditemukan awalnya. Pada jaman purba, manusia dalam menentukan waktu adalah dengan mengamati alam yaitu perubahan terang dan gelap malam. Lintasan matahari digunakan sebagai penanda waktu, musim, dan menentukan kegiatan lain dalam kehidupan manusia. Setelah manusia menyadari bahwa bayangan dapat digunakan lebih pasti dalam membuat aturan waktu, maka berkembanglah jam-jam alam yang dibuat memanfaatkan panjang bayangan sebagai penanda waktu. Kemampuan manusia semakin berkembang, dengan menciptakan alat-alat bantu yang semakin beragam. Termasuk ditemukannya bahan gelas, memicu pembuatan jam pasir di jamannya. Jam portabel ini merupakan lecutan teknologi tentang peralatan yang mudah digunakan dan mudah dibawa ke mana saja. Jam pasir digunakan untuk menghitung mundur beberapa kegiatan yang mebutuhkan ketepatan waktu, seperti memasak, merebus, mengaduk campuran, dan lain-lain.

Teknologi logam, ternyata mengubah cara hidup manusia di semua sisi. Penemuan logam sebenarnya telah terjadi beribu-ribu tahun yang lalu. Pemanfaatan logam untuk membuat per pegas dan gir, menjadikan penemuan pertama memanfaatkan per pegas dan gir untuk menggerakan roda. Dari roda dan gir yang saling bertautan, ide manusia untuk membuat rotasi yang terukur, menjadikan jam pertama dibuat menggunakan pertautan gir dan per pegass menjadikan alat pengukur waktu yang lebih efektif dibanding jam pasir.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jam-jam pada era awal dibuat besar-besar, untuk mengisi arsitektural kota dalam menunjukkan waktu, dengan bentuk yang unik dan dentang bel yang membahana. Menjadikan kota tersebut telah memasukkan keterukuran waktu yang lebih universal. Waktu bekerja, Istirahat, Makan, Tidaur, lebih teratur dan dapt diukur dengan tepat. Jam-jam dengan ukuran besar tersebut dirasa manfaatnya oleh manusia, sehingga dicobalah dibuat miniaturnya dalam bentuk jam rumah, dengan ukuran sebesar manusia. Jam-jam ini populer menghiasi setiap rumah dengan dentang yang unik dan sangat indah didengar. Manusia semakin menuntut lebih efektif lagi, di dunia jam rumah, per pegas dan gir semakin diminiaturkan, sehingga munculah jam dinding, dengan hiasan-hiasan arsitektural yang sangat indah. Jam Kuk-kuk adalah jam yang sangat fenomenal, karena di jam terebut dapat mengeluarkan simulasi burung, dalam mengingatkan waktu.

Jam dinding, masih sangat sulit untuk dibawa-bawa, sehingga manusia berlumba-lumba untuk semakin mengecilkan gir dan per pegas lebih kecil lagi. Hal ini menjadikan jam saku pertama muncul, di mana jam ini digunakan lebih mudah saat manusia bepergian. Jam ini dapat dikantongi, dengan diikatkan menggunakan rantai yang indah, menjadikan trend jam kantong ini menjadi barang yang digandrungi. Prestise jam kantong, dengan gigi-gigi gir yang kecil menjadikan manusia tergila-gila untuk melakukan miniaturisasi gir-gir itu lebih mungil lagi.

Era jam tangan muncul karena tuntutan miniaturisasi gir semakin kuat, sehingga teknologi jam mekanik mengalami era jayanya. Jam menjadikan posisi penunjuk waktu, menjadi barang mewah bagi kaum borjuis saat itu. Penghargaan pembuat jam mekanis sangat dijunjung tinggi, simbol dari ketekunan, ketabahan, loyalitas, dan kecerdikan yang luar biasa. Jam mekanis menginspirasi banyak orang termasuk kaum pemikir filsafat, sehingga munculah aliran-aliran baru filsafat dari pengaruh jam tangan mekanis ini.

Era kejayaan jam mekanis runtuh, saat bangsa modern menemukan jam digital. Tidak butuh gir, tidak butuh pegas per, tidak butuh bahan logam yang banyak. Keunggulan jam digital adalah penunuk waktu yang tepat, tidak mudah rusak, dan murah. Era teknologi jam mekanis sudah menuju ke jurang lembah gelap menjelang malam. Banyak pabrikan jam mekanis tutup, negara penghasil jam nyaris kolaps, pengangguran tak terelakkan.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Apakah industri jam sudah di ujung senja? pertanyaan yang cukup logis terjadi. Industri jam mekanis ternyata menemukan ritme tersendiri dalam inovasinya. Jam digital yang terbukti lebih presisi, ternyata tidak dapat menggilas begitu saja jam mekanis, yang tidak tepat, gampang rusak, rigid, dan butuh perawatan. Bahkan jam mekanis saat ini bisa satu milyard kali dari harga jam digital, dengan risiko kerusakan lebih banyak dibanding jam digital. Apakah itu over price bagi Anda yang tidak dapat membelinya, atau kegilaan orang kaya dalam mengoleksi barang yang dianggap langka.

Photo by Sean Shirzadi on Pexels.com

Sunset Indistry dapat ditaklukkan dengan inovasi tanpa henti, pengorbanan, ketekunan, ketabahan, dan perjuangan yang tiada henti untuk menemukan sesuatu yang selalu baru dan selalu menggairahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s